New & Articles
Peran Logistics SAngat Menentukan Keberhasilan E-Commerce

Jakarta - Salah satu faktor pendorong pertumbuhan e-commerce seperti marketplace adalah jasa pengiriman barang. Kekuatan logistik dipandang mampu meningkatkan kepercayaan pembeli. Hal ini pun menjadi peluang bagi penyedia jasa pengiriman dan solusi logistik, RPX untuk mengembangkan usahanya.

"Penunjang bisnis e-commerce itu adalah pembeli online, produk berkualitas, penjual yang dapat diandalkan, pembayaran yang mudah, dan pengiriman barang yang cepat, di faktor terakhir inilah jasa logistik berperan," jelas Vice President Sales and Marketing RPX Group, Andry Adiwinarso saat acara Shopfair Kopdar Online Shop

Andry mengatakan, perseroan yang telah beroperasi selama 26 tahun ini mulai masuk ke bisnis pengiriman barang e-commerce sejak 2011. RPX telah memiliki 100 mitra e-commerce diberbagai kategori. Sejumlah mitra merupakan pelaku usaha baru yang mulai menanjak bisnisnya seperti Zalora.co.id dan Lazada.co.id.

Dia mengungkapkan, saat ini dari 1.000 volume transaksi pengiriman barang yang terjadi di RPX per hari, sekitar 10% berasal dari segmen e-commerce. Meskipun kontribusinya masih kecil, namum pertumbuhan layanan pengiriman barang e-commerce cukup signifikan, yakni sebesar 100% setiap bulannya.

Dia menargetkan, segmen e-commerce dapat berkontribusi sebesar 30%-40% terhadap pendapatan perseroan dalam waktu dua atau tiga tahun ke depan.

Adapun berdasarkan riset Ideasource, nilai transaksi e-commerce di Tanah Air mampu mencapai US$ 478 juta dengan 19 juta volume transaksi pada tahun ini. Andry memperkirakan, dari angka tersebut, sebesar 20% merupakan konsumsi logistik.

"Dari 20% ini, 30% dihabiskan untuk warehousing dan 70% untuk distribusi, jadi potensi pengiriman barang e-commerce sangat potensial," kata dia.

Perlu diketahui, RPX telah memiliki jaringan operasional di 245 lokasi di 126 kota di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, perseroan memiliki 370 armada darat seperti mobil truk dan motor.

Sejak 2010, perseoran mengalokasikan dana sebesar US$ 50 juta dalam lima tahun ke depan untuk pengembangan infrastruktur dan teknologi informasi (TI).

Pada kesempatan yang sama, Founder & CEO Tokopedia.com, William Tanuwijaya berpendapat, marketplace perlu menyediakan sistem pembayaran yang dapat diandalkan untuk mengedukasi serta menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Sebagai contoh, ketika barang yang dipesan belum sampai ke tangan pembeli, maka sistem pembayaran marketplace harus menahan dana transfer pembeli ke penjual.

"Dana transfer bisa disalurkan jika barang sudah sampai di pembeli. Lalu bagaimana kalau pembelinya yang nakal, atau tidak mengaku barang yang dipesan sudah sampai, di sinilah peran logistik, karena mereka mempunyai sistem tracking," tutur William.

William menambahkan, selama ini pengiriman barang seperti cash on delivery (COD) sangat populer di bisnis marketplace. Ia tidak menampik, masih banyak pembeli menginginkan jasa pengiriman barang yang gratis. Namun, ke depannya pembeli bisa menghargai peran logistik ketika pasar marketplace sudah matang.