Jakarta -PT Garuda Indonesia Airliines Tbk (GIAA)
membatalkan rencana penjualan saham Citilink melalui skema strategic
partner. Apa penjelasan Citilink atas pembatalan tersebut?
Direktur
Utama Citilink Arif Wibowo menerangkan maskapai yang dipimpinnya tidak
akan dijual pada harga di bawah ketentuan atau dijual murah.
"Citilink jangan sampai dijual murah," kata Arif kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Alasan
lainnya adalah kinerja keuangan maskapai berbiaya murah (low cost
carrier) ini sudah menunjukkan tren membaik. Apalagi Citilink saat ini
mampu menguasai pangsa pasar penjualan penerbangan domestik biaya murah
sebesar 16%.
"Citilink sudah mulai laba dari 3 bulan ini dan labanya bukan up and down. Growing menunjukan Citilink secara permanen sudah keluar di atas air. Kita sudah bernapas dengan oksigen di atas air," jelasnya,
Arif
pada kesempatan tersebut menampik kabar tentang sepinya investor yang
melirik Citilink untuk dijadikan mitra. "Jadi bukan karena enggak ada
yang mau beli, yang mau beli ada, cuma kita enggak mau dijual murah,"
tegasnya.
Cara penawaran saham perdana (Initial Public
Offering/IPO) di bursa saham bisa menjadi solusi terbaik memperoleh
tambahan modal selain strategic partner.
"Kalau kita maintain
kinerja-kinerja kita dalam 2 atau 3 tahun ke depan itu progresif ke
depan. IPO jauh lebih bagus. Bisa dihargai lebih bagus," sebutnya.
|