New & Articles
Proses Bongkar Muat di Pelabuhan Banten Masih Lambat

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Nafri, mengatakan bahwa aktivitas bongkar muat barang di dalam pelabuhan masih belum memandai. Hal tersebut lantaran masih terdapat keterlambatan bongkar muat barang saat kapal sandar yang tidak diimbangi dengan ketersediaan jasa transportasi muatan barang.

“Jumlah ketersedian jasa angkutan truk di Banten saya tidak tahu, tapi kalau dilihat secara kasat mata, masih saja terjadi ada kapal yang menunggu hingga 48 jam, maka berapa biaya demorage yang ditimbulkan oleh kapal, karena tidak tersedia angkutan barangnya,” kata Nafri seperti dilansir cilegonnews.com. Nafri mengatakan hal tersebut setelah menghadiri rapat koordinasi Angkutan Pelabuhan Khusus (Angsuspel) Banten,c Dishub Provinsi Banten, Dishub Cilegon, Polres Cilegon terkait permasalahan angkutan transportasi Banten yang digelar di Rumah Makan Laguna, Cilegon (16/9/2014).

Nafri juga mengungkapkan bahwa tahun ini data muatan barang di Pelabuhan Banten mencapai 30-40 juta ton. Untuk menangani barang sebanyak itu diperlukan penataan dan penyediaan transportasi baik di pelabuhan maupun keluar pelabuhan menuju industri. Terlebih pada tahun 2015 mendatang, Indonesia akan menghadapi pasar persaingan global. ” Kalau dibiarkan tidak ada penataann akan ada penumpukan karena tidak balancing antara moda laut dan moda darat,” tuturnya.

Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, swasta dan asosisasi ini, permasalahan yang terjadi dapat terurai. Setidaknya, Banten harus berkaca pada pelabuhan yang sudah menerapkan sistem jasa transportasi angkungan dengan baik. Pelabuhan Tanjung Priuk yang yang sudah menggunakan AIS, penomoran pintu dan pendataan lainnya, dapat dijadikan model.