WE Online, Jakarta - Penguatan sistem logistik nasional harus menjadi salah satu isu strategis bagi pemerintahan mendatang.
Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kementerian Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sistem
penguatan logistik nasional sudah dituangkan di dalam buku satu dari
Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 2015-2019.
"Rancangan Teknokratik RPJMN 2015-2019 yang kami siapkan akan kami sodorkan kepada pemerintahan baru," kata Amalia pada Seminar Nasional Pembenahan Sistem Logistik Nasional yang digelar LKBN Antara di Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Lebih jauh, ia menguraikan ada dua fokus yang terkait untuk
memperkuat sistem logistik nasional seperti yang tercantum di dalam
Rancangan Teknokratik RPJMN 2015-2019.
"Di dalam Rancangan Teknokratik RPJMN tersebut memang penguatan
logistik nasional diusung oleh dua bidang. Di bidang ekonomi akan lebih
fokus kepada soft infrastructure. Kemudian di bidang sarana dan prasarana akan difokuskan kepada peningkatan konektivitas nasional," urainya.
Dari rancangan tersebut, ia berharap bahwa dalam lima tahun ke depan
pemerintah bisa secara bertahap menurunkan biaya logistik nasional dan
juga menurunkan dwelling time secara sistematis di beberapa pelabuhan utama Indonesia.
Penulis: Boyke P. Siregar