menandai tahun ketiga kematian Steve Jobs. Almarhum pendiri Apple ini
dikenal sebagai orang yang bisa menyetir trend dengan menelurkan
produk-produk inovatif macam iPhone dan iPad
Namun, namanya
manusia, tentu tak selamanya Jobs dan Apple bisa membuat keputusan atau
prediksi yang benar. Apple pun beberapa kali harus melanggar petuah Jobs
yang ternyata tak sesuai dengan perkembangan zaman.
Nah, berikut ini daftar sebagian "wasiat" yang keliru itu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Business Insider.
1. Memperkirakan IBM dan Apple bakal menjadi dua pemain terbesar di industri komputer
"Dalam
hal memasok komputer, hal itu bakal ditentukan oleh Apple dan IBM,"
kata Jobs dalam sebuah interview dengan Playboy, tahun 1985 silam.
"Dan
saya pikir tak akan ada banyak perusahaan lain di urutan ketiga atau
keempat, apalagi urutan ketujuh atau kedelapan," tambah Jobs lagi.
Nyatanya,
ada banyak pabrikan komputer lain di luar Apple dan IBM yang tumbuh dan
berkembang. Apple sendiri pernah nyaris bangkrut pada 1997 sebelum
bangkit kembali di bawah nahkoda Jobs.
2. Mengira jasa langganan musik online tak bakal laku
Tahun 2003, Jobs menunjukkan sikap nyinyir terhadap layanan langganan musik ketika itu, seperti misalnya Rhapsody.
"Orang-orang
tak mau mendengarkan musik secara berlangganan… yang mereka mau adalah
membeli download," kata Jobs, seraya menyebut layanan langganan musik
tak bakal laku.
Tapi dia keliru dalam hal tersebut, karena music
subscription service seperti Pandora dan Spotify kemudian terbukti bisa
meraih popularitas.
Akibat anggapannya itu, Apple telat masuk ke
bisnis langganan musik dan terpaksa merilis iTunes Radio belakangan.
Langkah ini dilanjutkan lewat akuisisi Beats Audio.
3. Mengisi iTunes hanya dengan lagu
iTunes
pada awalnya hanya menjual lagu, bukan video. Jobs tak punya bayangan
bahwa toko online perusahaannya itu bakal menyalurkan konten di luar
musik.
"Kami pikir bukan itu (video) yang diinginkan oleh
orang-orang. Sebuah film butuh waktu sangat lama untuk selesai diunduh,
tak ada gratifikasi instan," katanya dalam interview dengan Rolling
Stone, 2003 silam.
Kini, dengan semakin meluasnya akses internet
berkecepatan tinggi, publik pun semakin antusias mengunduh aneka macam
konten, tak hanya terbatas pada lagu.
iTunes sendiri pada akhirnya memperkaya diri dengan beragam konten tersebut.
Sepuluh
tahun setelah pernyataan Jobs, pada 2013, Apple mengumumkan bahwa
pengguna iTunes telah mengunduh lebih dari 1 miliar episode acara TV dan
380 juta film dari layanan itu.
4. Membatasi iPod sebagai music player
Alasannya,
"Saya tak yakin orang-orang ingin menonton film di layar kecil ini,"
kata Jobs pada Walt Mossberg dalam sebuah interview tahun 2003.
Dua tahun kemudian, Apple justru memperkenalkan model iPod dengan layar 2,7 inci yang bisa menampilkan foto dan memutar video.
5. Menyangka tablet tak bakal populer
Masih
dalam interview tahun 2003 dengan Mossberg, Jobs mengatakan
perusahannya tak berniat membuat perangkat tablet, yang ketika itu sudah
lama eksis namun belum dilirik Apple.
"Tak ada rencana membuat
tablet karena orang-orang menginginkan keyboard… kami melihat tablet dan
berpikir produk tersebut akan gagal," kata Jobs.
Tentu, yang lantas terjadi adalah Apple justru mempopulerkan komputer tablet dengan peluncuran iPad.
Yang
menarik adalah pernyataan Jobs bertolak belakang dengan kenyataan yang
sebenarnya, karena pada tahun 2003 itu, Apple sebenarnya sudah mulai
merancang iPad. Konsep tablet tersebut memang lebih dulu muncul
ketimbang iPhone.
6. Berkilah soal skandal antena iPhone 4
iPhone
4 memperkenalkan rancangan baru dengan tubuh berlapis bahan logam yang
sekaligus berfungsi sebagai antena ponsel tersebut.
Tapi
terdapat cacat desain di mana kualitas sinyal bisa menurun drastis
sehingga memutuskan panggilan telepon ketika ponsel ketika digenggam
dengan cara tertentu.
Jobs pada awalnya berkilah dan malah
menyuruh pengguna iPhone 4 agar "Tidak memegangnya dengan cara (yang
bisa menurunkan sinyal) itu."
Tapi Apple lalu mengakui adanya
persoalan yang dikenal dengan nama skandal "Antennagate" tersebut dan
memberikan casing bumper gratis untuk mengatasi masalah kehilangan
sinyal.
7. Menyebut tak ada yang mau membeli ponsel besar
Apple
memberikan keterangan pers resmi soal Antennagate pada 2010. Dalam
kesempatan yang sama, Jobs turut menyuarakan pendapatnya soal smartphone
besutan kompetitor.
Menurut dia, ponsel-ponsel lain tak
mengalami masalah sinyal karena ukurannya sangat besar sehingga "Tangan
Anda pun tak bisa menggenggamnya". Dia lalu berkata bahwa "tak ada
seorang pun" mau membeli ponsel yang berukuran besar.
Apple kemudian menyadari bahwa konsumen menginginkan ponsel dengan layar lebar.
Mengikuti
trend pasar, perusahaan ini lantas berangsur menaikkan ukuran layar
iPhone, dimulai dengan iPhone 5 pada 2012, lalu terakhir iPhone 6 dan 6
Plus yang rupa fisiknya sudah menyerupai phablet dengan display
berukuran 5,5 inci.
8. Mengganti Google Maps dengan aplikasi peta sendiri
Google
Maps telah menjadi aplikasi peta standar sejak iPhone pertama yang
dirilis pada 2007. Tapi, pada peluncuran iOS 6, Apple memutuskan untuk
menggantinya dengan Apple Maps buatan sendiri.
Hasilnya
mengecewakan. Reputasi Apple Maps segera jatuh gara-gara berbagai
masalah terkait bug dan akurasi yang payah. Begitu parahnya layanan
Apple Maps, CEO Tim Cook sampai harus meminta maaf secara terbuka lewat
situs resmi Apple.
Kini Apple Maps sudah jauh lebih baik, namun secara umum masih tertinggal dibanding Google Maps yang digantikannya.
9. Beranggapan bahwa ukuran 10 inci ideal buat tablet
Pendapat
Jobs soal tablet berukuran kurang dari 10 inci banyak dikutip karena
Apple malah mengikuti trend tablet "kecil" dengan merilis iPad Mini yang
memiliki bentang layar 7,9 inci.
Padahal, Jobs sempat berujar
tentang tablet Android 7 inci bahwa "Ukuran tersebut tak cukup untuk
membuat aplikasi tablet yang hebat."
"Apple telah banyak menguji
antarmuka layar sentuh selama bertahun-tahun dan kami mengerti betul
soal ini," kata Jobs yang beranggapan bahwa jari pengguna tak akan
nyaman dengan ukuran layar tablet di bawah 10 inci, suatu ketika tahun
2010.
"Ada batasan sejauh mana Anda bisa merancang elemen
interface touchscreen di mana pengguna masih bisa berinteraksi dengan
nyaman. Inilah salah satu alasan utama mengapa kami berpikir bahwa 10
inci adalah ukuran minimal," lanjut Jobs.
Tiga tahun setelah Jobs
mengeluarkan perkataannya, pada 2013, penjualan iPad Mini tercatat
melebihi "kakaknya" yang berukuran lebih besar.
|