Meski baru setahun lebih mengoperasikan Bandara Internasional
Kualanamu, PT Angkasa Pura II (AP II) sudah siap untuk menyediakan
sejumlah fasilitas modern. Fasilitas-fasilitas di bandara yang terletak
di Deli Serdang, Sumatera Utara akan disiapkan untuk bandara ini secara
bertahap. Fasilitas seperti baggage handling system Bandara Kualanamu
bahkan diklaim lebih canggih daripada bandara-bandara di negara
tetangga. Penyediaan fasilitas lain seperti kereta bandara juga bukan
tanpa sebab. AP II ingin menjadikan Bandara Kualanamun sebagai salah
satu pilihan bandara untuk hub utama, dan transit penerbangan
internasional dari atau ke Indonesia.
“Kualanamu jadi hub utama dan transit penerbangan Indonesia ke
internasional,” kata Direktur Keuangan AP II Laurensius Manurung, pada
acara diskusi dan pameran transportasi di SMESCO Tower, Jakarta, Jumat
(12/9/2014) seperti dilansir detik.com Kualanamu nantinya siap bersaing
dengan bandara transit dan hub internasional di negara Asia Tenggara.
Bandara-bandara akan disaingi adalah bandara Changi di Singapura, Kuala
Lumpur International Airport di Malaysia, hingga Suvarnabhumi Airport di
Thailand.
Di masa depan, maskapai bisa memilih untuk transit di Kualanamu
sebelum terbang dari atau ke Eropa, hingga Amerika. “Dia jadikan hub
utama dan transit. Eropa bisa transit atau arah Amerika. Kita jadikan
ini sebagai pilihan,” jelasnya. Keunggulan lainnya adalah penghematan
biaya. Bagi maskapai yang terbang dari atau ke Indonesia, bisa menghemat
biaya sampai 10%. “Mendarat di Kualanamu hemat biaya 10%. Kalau
mendarat di Changi lewati FIR (Flight Information Region) Singapura dan
Malaysia,” kata Laurensius.
AP II juga memiliki rencana lain untuk bandara yang dikelolanya.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng akan dijadikan super
hub untuk rute-rute penerbangan domestik. Jadi Bandara Soetta akan
menjadi bandara transit utama untuk seluruh penerbangan domestik hingga
penjuru negeri.
Untuk mendukung rencana ini, AP II sedang membangun terminal 3
ultimate, dan peningkatan kapasitas pada landasan (runway). Termasuk
menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk membangun kereta
bandara. Selain itu AP II juga akan membangun terminal ke-4 dan runway
ke-3 di Soetta. “Bandara Soetta akan menjadi super hub domestik untuk
antisipasi pergerakan. Jakarta kan sebagai pusat ekonomi, politik,
negara, dan wisata,” ujarnya