New & Articles
[INSPIRASI MOTIVASI] Bermimpilah Jika Ingin Sukses !
"Bermimpilah" jika Ingin Sukses

Mulanya, Singgih mengawali karier sebagai kurir. Namun, ia
menyimpan "mimpi" untuk memiliki perusahaan sendiri. Bermodalkan
kerja keras dan sikap optimis, ia berhasil mewujudkan mimpinya:
memiliki perusahaan jasa kurir.

Penampilan dan tutur katanya terkesan bersahaja. Namun, siapa sangka
di balik penampilannya itu tersimpan tekad dan semangat yang besar
untuk selalu meraih keberhasilan. Agaknya tak berlebihan jika pria
yang bernama lengkap Singgih Rekoyusanto ini dikenal sebagai sosok
pekerja keras dan selalu bersikap optimis dalam setiap kondisi.
Kesan itu tercermin pula dari perjalanan hidup dan karier yang
selama ini ia rintis. Tanpa sungkan Singgih yang kini menjabat
sebagai CEO & chairman PT Sentra Indologis Utama (Indologistics) ini
mengisahkan bahwa kesuksesan yang kini diraihnya benar-benar dimulai
dari nol.

Dua puluh dua tahun silam Singgih memulai kariernya sebagai seorang
kurir di DHL Indonesia (PT Birotika Semesta). Ketika itu gaji yang
diterimanya terbilang minim, hanya Rp1.350 per hari. Gaji sebesar
itu tentunya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Itu pun,
ungkap Singgih, lebih banyak kurangnya karena masih dipotong untuk
uang bensin.

Sebenarnya, berkarier sebagai kurir adalah pilihan yang terpaksa ia
jalani. Sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara, Singgih sadar
betul bahwa dirinya harus turut pula memikirkan kelangsungan
pendidikan adik-adiknya.

Maka, dengan pertimbangan yang cukup matang, Singgih, yang ketika
itu masih duduk di tingkat III Fakultas Ekonomi, Universitas Krisna
Dwipayana, memutuskan untuk tidak meneruskan pendidikannya. Ia pun
akhirnya memilih bekerja demi meringankan beban orang tuanya, yang
seorang purnawirawan TNI. "Meski secara formal pendidikan saya
terputus, itu tidak berarti membuat saya berhenti belajar dan
statis," tandas Singgih.

Prinsip itu pula yang selalu ia pegang dalam menjalani setiap
pekerjaan yang digelutinya. Oleh karena itu, tak heran kalau Singgih
tidak pernah berputus asa dalam menghadapi setiap persoalan?
betapapun beratnya persoalan itu. Ia bahkan menekankan betapa
pentingnya seseorang memiliki mimpi untuk diwujudkan di kemudian
hari.

Mimpi yang Jadi Kenyataan
Sebenarnya, sejak mengawali kariernya di DHL, pria kelahiran
Ujungpandang, 43 tahun silam, ini "bermimpi" untuk bisa membuat
sendiri perusahaan sejenis yang bergerak di bidang jasa kurir,
transportasi, dan logistik. Maka, selama bekerja di DHL, dilandasi
tekad untuk mewujudkan mimpinya dan dengan penuh ketekunan, Singgih
mempelajari betul bagaimana seluk-beluk bidang yang ia geluti. Ia
menjunjung tinggi kejujuran dan memegang kepercayaan yang
diamanatkan kepadanya.

Sembilan tahun lamanya Singgih bergabung dengan DHL. Selama itu pula
berbagai posisi telah ia rasakan, termasuk sebagai kepala cabang dan
asisten manajer operasional perusahaan. Artinya, ilmu dan pengalaman
yang didapatkan Singgih dalam bisnis kurir pun makin matang.

Bagi Singgih, masa-masa itu bisa dibilang sebagai masa yang paling
berharga dalam perjalanan karier selanjutnya. Bermodalkan ilmu dan
pengalaman serta tekad yang kuat, akhirnya ayah dua orang putri ini
memutuskan untuk mewujudkan mimpi yang telah lama ia pendam. Bersama
dengan seorang kakaknya, pada 1992 Singgih keluar dari DHL
dan "nekat" mendirikan perusahaan sendiri. Dalam perjalanannya, di
tahun 1999 Singgih memutuskan untuk tidak bergabung lagi dengan sang
kakak dan lantas mendirikan Indologistics.

Menurut Singgih, ada beberapa alasan yang melatari dirinya terjun ke
dunia bisnis logistik. Pertama, bisnis logistik pada masa itu
dominan dikuasai asing. "Perusahaan logistik lokal masih jarang.
Kalaupun ada, layanan yang diberikan tidaklah se-profesional
perusahaan asing dan kurang berorientasi terhadap kepuasan
customer," papar Singgih. Tampaknya, celah inilah yang ingin ia isi.
Alasan lainnya, dalam pandangan Singgih, bisnis transportasi dan
logistik masih memiliki prospek yang cerah. Pasalnya, seburuk apa
pun kondisi yang terjadi, dunia bisnis akan tetap membutuhkan jasa
transportasi dan pengiriman logistik. Kalaupun ada pengaruhnya, ujar
Singgih, hanyalah berupa berkurangnya volume.

Fokus di Logistik
Minimnya modal awal, yang hanya sekitar Rp32 juta, tak menyurutkan
langkah Singgih untuk membesarkan perusahaan. Waktu itu ia bahkan
tak segan-segan terjun langsung mengemudikan dua mobil dalam armada
yang dimilikinya. "Ketika itu banyak rekan saya yang kebetulan
melihat mobil Indologistics di jalan dan mereka mengira armada yang
saya punyai jumlahnya banyak. Padahal sih hanya dua dan itu-itu
saja," gelak Singgih mengenang masa lalunya.

Lazimnya perusahaan baru, Singgih mengakui betapa berat tantangan
yang harus ia hadapi. Utamanya pada kurun waktu tiga tahun pertama.
Baginya, tidak mudah untuk meyakinkan para customer dan seluruh
stakeholder bahwa Indologistics mampu berkembang, apalagi menjadi
perusahaan yang mampu menjadi harapan di masa depan. Pada masa-masa
itu, aku Singgih, tidak sedikit karyawannya yang merasa gamang akan
kelangsungan hidup perusahaan dan akhirnya mereka memutuskan untuk
mengundurkan diri.

Menghadapi persoalan tersebut, Singgih tak mau berkecil hati. Tanpa
banyak bicara, ia mencoba memberi keteladanan kepada para
karyawannya. "Saya bekerja lebih keras ketimbang karyawan-karyawan
saya, baik dari sisi waktu maupun jenis pekerjaan," ungkap Singgih.
Dengan langkah yang ditempuhnya itu Singgih berharap image bahwa
pemimpin mereka turut pula bekerja keras akan terbangun dengan
sendirinya.

Berhasilkah upaya Singgih? Kini pria yang punya hobi memancing di
laut ini memang boleh tersenyum lebar. Pasalnya, hingga saat ini,
kinerja perusahaannya terus meningkat. Dari sisi armada, sekarang
Indologistics telah memiliki lebih dari 150 mobil. Selain itu,
Indologistics kini memiliki cabang-cabang perusahaan yang tersebar
di 56 lokasi di seluruh Indonesia dengan karyawan mencapai sekitar
1.000 orang.

Meski cukup puas dengan pencapaian yang diraih perusahaannya,
Singgih tidak lantas berhenti "bergerak". Tahun depan, Singgih yang
punya motto hidup "pantang mengeluh, pantang menjadi beban, pantang
sia-sia, pantang berkhianat, dan pantang berhati kotor" ini
berencana menjadikan Indologistics fokus pada pelayanan bidang
logistik, khususnya perangkat telekomunikasi. Oleh karena itu, ia
pun telah menyiapkan tiga strategi pokok untuk pengembangan
bisnisnya, yakni pembenahan sisi infrastruktur, peningkatan
kemampuan SDM, serta penambahan jumlah mobil angkutan. Semua itu ia
lakukan dalam kerangka mencapai visi perusahaannya untuk bisa
menjadi mitra kerja global bagi banyak perusahaan.

Tampaknya, perjalanan Singgih tak akan berhenti sampai di sini.
Apalagi ia masih menyimpan "mimpi-mimpi" yang ingin bisa ia
wujudkan. Dengan penuh percaya diri Singgih berharap dirinya mampu
menjalankan bisnis yang bisa menghidupi orang banyak. "Itu sudah
menjadi niat saya sejak awal berbisnis," ujarnya, pasti.

Profil Singgih Rekoyusanto
Tempat, tanggal lahir : Ujungpandang, 23 Juni 1963
Status : Menikah, dikaruniai dua orang putri

Riwayat pendidikan :
Fakultas Ekonomi, Universitas Krisna Dwipayana (sarjana muda), 1982?
1985

Riwayat karier :
* Staf operasional DHL Courier Service (1983?1991)
* Direktur PT Pandu Siwi Sentosa (1992?1999)
* Komisaris PT Unitrans Indonesia Utama (1994?sekarang)
* CEO & chairman PT Sentra Indologis Utama (1999?sekarang)