ngin membeli kancing baju dari China? Atau mesin-mesin besar? Tinggal
masuk ke alamat situs Alibaba.com. Dalam satu kali klik, terpampanglah
ratusan, bahkan ribuan produsen China. Mulai dari peraut pensil hingga
barang yang besar dan rumit pengejaannya. Minimal ordernya pun cukup
besar, ada yang 500 unit atau bahkan 10.000 unit.
Sebagian pemasok di Alibaba.com adalah perusahaan usaha kecil dan menengah (UKM). Alibaba.com telah menjadi situs business to business terbesar yang menghubungkan produsen di China dengan dunia.
Sama
seperti dalam hikayat Seribu Satu Malam, ketika Alibaba meniru para
perampok mengucapkan mantera ”Sesam, buka pintu”, terbukalah pintu ke
negara pengekspor nomor dua terbesar di dunia itu.
Pengguna
Alibaba.com sudah mencapai 8 juta dan pendapatannya terus meningkat.
Akhir tahun lalu, pendapatan Alibaba.com naik 39 persen menjadi 440 juta
dollar AS. Belakangan Alibaba.com juga menyediakan Aliexpress untuk
para konsumen yang diperbolehkan memesan satu barang saja.
”Kecil itu indah. UKM menyediakan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi di Asia dan mereka adalah masa depan e-commerce,”
ujar CEO dan pendiri Alibaba.com, Jack Ma, pada Pertemuan Tingkat
Tinggi UKM APEC di Singapura, Kamis (12/11). Ma mengungkapkan, mekanisme
pembiayaan atau dukungan kepada UKM belum maksimal karena belum ada
mekanisme standar yang dapat digunakan.
”Pada tahun 1999, kita
memprediksi bahwa pemenang dalam bisnis internet adalah udang, bukan
paus. Delapan tahun kemudian pengalaman membuktikan, perusahaan yang
mendapatkan manfaat utama dari e-commerce adalah UKM yang
menggunakan internet untuk memasarkan produk mereka atau untuk menemukan
relasi bisnisnya di seluruh dunia,” lanjut Ma penuh semangat.
Penampilan mantan guru ini tetap sederhana, dengan menggulung lengan
panjang bajunya hingga ke siku.
Menurut dia, UKM layak mendapat
perhatian karena semua bisnis besar berawal dari langkah kecil. ”Seperti
bayi, semua orang tahu bahwa bayi ini akan tumbuh. Semua pelaku bisnis
akan sukses karena mereka yakin akan keberhasilannya. Mereka berhasil
karena terus menjaga mimpi besarnya. Orang bisa tahan satu minggu tanpa
makanan, tiga hari tanpa minuman, tetapi orang akan mati jika kehilangan
harapan dalam satu menit saja,” tutur Ma.
Ma sudah mengalami hal
ini. Situs Alibaba.com tidak serta-merta besar seperti sekarang ini.
Menurut dia, kesuksesan Alibaba.com tidak lain karena ”Kami tidak
memiliki uang, teknologi, dan rencana ke depan,” ujarnya suatu ketika.
Jack Ma menyatakan tidak pernah sekali pun menyangka akan sukses di
bisnis online. Dia mantan guru Bahasa Inggris, bukan seorang teknisi komputer.
Minat
Ma pada bahasa Inggris membawa dia keluar China dan memiliki pandangan
lebih luas. Pada umur 12 tahun dia sudah tertarik belajar bahasa
Inggris. Dalam delapan tahun masa kecilnya dihabiskan dengan bersepeda
40 menit menuju sebuah hotel di dekat Danau Hangzhou, sekitar 160
kilometer dari Shanghai. Ketika itu China baru mulai membuka diri dan
mulai banyak turis yang datang ke China. Ma memberanikan diri menjadi
pemandu gratis agar dapat cas-cis-cus mempraktikkan bahasa
Inggris-nya. Pengalaman selama delapan tahun itu membuat pemikiran Ma
lebih terbuka dan lebih mengglobal dibandingkan teman-teman sebayanya.
Ma
membulatkan tekadnya belajar bahasa Inggris, tetapi perjalanan masuk
menjadi mahasiswa tidaklah mudah. Dia harus mengikuti ujian masuk
universitas sampai dua kali. Akhirnya, Ma diterima di Universitas
Keguruan Hangzhou, semacam institut keguruan dan ilmu pendidikan pada
masa lalu. Ma belajar menjadi guru sekolah menengah. Menurut dia,
universitas tempatnya bekerja tidak begitu bagus kualitasnya.
Pinjam uang
Lulus
dari universitas, Ma adalah satu-satunya dari 500 mahasiswa
seangkatannya yang ditugaskan mengajar di universitas. Ketika itu gaji
Ma sebulan sebesar 100-120 renminbi, setara dengan Rp 114.000-Rp 142.500
per bulan. Ma selalu memimpikan, setelah bertugas mengabdikan dirinya
selama lima tahun, dia akan memulai bisnis hotel atau yang lain.
”Pada
tahun 1992, perekonomian China sudah mulai bertumbuh, saya melamar
banyak sekali posisi, tetapi tidak ada yang lolos. Akhirnya saya menjadi
sekretaris general manager gerai penjual ayam goreng Kentucky Fried
Chicken,” kata Ma. Dia juga menjadi penerjemah sebuah delegasi
perdagangan.
Seorang teman kemudian memperlihatkan internet untuk pertama kalinya. Ketika Ma mencari kata beer di mesin pencari Yahoo, dia menemukan kenyataan bahwa tidak ada data tentang China. Mereka lalu membuat situs tentang China.
Ma
semakin tertarik pada komputer dan meminjam uang 2.000 dollar AS dari
kerabatnya untuk mendirikan perusahaan komputer. Padahal dia tidak
mengerti tentang komputer ataupun surat elektronik. Dia bahkan tidak
pernah menyentuh keyboard komputer sebelumnya. ”Rasanya seperti orang buta yang menunggangi macan buta,” katanya.
Perusahaan
itu bersaing dengan perusahaan telekomunikasi raksasa China, China
Telecom, selama satu tahun. Akhirnya, China Telecom menawarkan
berinvestasi pada perusahaan Ma sebesar 185.000 dollar AS. ”Itu adalah
uang terbanyak yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya,” kenang Ma.
Sayangnya,
Ma hanya kebagian satu kursi dewan direksi. Setiap hal yang diusulkan
langsung ditolak mentah-mentah. Ma mengandaikan keadaan itu seperti
gajah dan semut. Mimpi memiliki perusahaan sendiri tidak juga padam.
Perjalanan
Alibaba.com bukannya tidak tanpa hambatan. Pada tahun 2002, dana tunai
hanya tersisa untuk bertahan selama 18 bulan. ”Kami memiliki banyak
anggota yang menggunakan situs kami, tetapi tidak tahu apakah kami bisa
mendapatkan uang. Kami mempertemukan eksportir barang dari China dengan
pembeli dari AS. Model ini menyelamatkan kami. Pada akhir 2002 kami
berhasil membukukan keuntungan sebesar 1 dollar AS. Setiap tahun
keuntungan kami bertambah-tambah,” katanya.
Menjadi perusahaan
publik juga titik balik penting. Alibaba.com berhasil meraup dana
penawaran saham perdana 1,7 miliar dollar AS di Bursa Saham Hongkong
pada November 2007. Itu merupakan penawaran saham perdana (IPO) internet
terbesar sejak IPO Google di Nasdaq.
Ma telah berhasil mewujudkan mimpi besarnya menjadi kenyataan walaupun tidak mulus dan selalu ada hambatan
|