Sejak Juli hingga September 2014 pengiriman langsat keluar Kalbar
khususnya Jakarta via Cargo mencapai 20 ton per hari. Demikian
dijelaskan oleh Kepala Dinas Unit Bisnis Gudang Cargo Supadio Pontianak,
Iwan Gunawan.
“Komoditas kedua yang cukup tinggi adalah renjong yang per harinya
mencapai 400 kilogram. Selain itu ada juga pengiriman telur dan anak
ayam dari Singkawang. Untuk telur dikirim bukan untuk di konsumsi tetapi
untuk ditetaskan, sedangkan untuk ayam untuk konsumsi,”ujar Iwan,
seperti dilansir Tribunpontianak.co.id.
Iwan juga mengatakan pengiriman via Cargo menawarkan banyak
kemudahan, selain efisiensi waktu sedangkan untuk biayanya tergantung
dari tarif airline. “Di jasa Cargo kami hanya mengenakan tarif Rp 500
per kilogramnya. Pengirim bisa langsung menyampaikan kirimannya via
airline atau melalui ekspedisi,”ujarnya.
Peningkatan produksi yang terjadi setiap tahun membuat Iwan berharap
agar Cargo menjadi salah satu transportasi andalan dalam pengiriman
barang bagi masyarakat Kalbar. “Salah satu keunggulannya kita ketahui
pengiriman malalui pesawat lebih cepat dibanding transfortasi yang
lain,” tukasnya.