Sejumlah perusahaan jasa pengiriman barang mengadu strategi bisnis
guna menjaring lebih banyak pelanggan. Mereka berupaya memenuhi
kebutuhan para pelanggan yang setiap tahunnya kian bervariasi.
Contohnya, PT Pos Indonesia. Perusahaan pelat merah ini memanfaatkan
kebutuhan masyarakat untuk mengirimkan barang ke luar negeri. Jadi,
wilayah pengiriman PT Pos tidak terbatas di Indonesia saja.
Atjep Djuanda, Hubungan Masyarakat PT Pos Indonesia mengatakan, untuk
melaksanakan bisnis global ini, perusahan menggandeng sejumlah operator
jasa pengiriman barang, seperti DHL dan FedEx.
Selain itu, Pos Indonesia juga menjalin kerjasama melalui perjanjian
bilateral antar negara untuk memperlancar bisnis logistiknya. Langkah
lain adalah perusahaan itu juga melayani jasa percetakan. Sehingga,
klien yang membutuhkan percetakan dokumen untuk dikirim bisa melalui
BUMN ini. "Jadi semacam dari hulu ke hilir. Biasanya, perusahaan
asuransi yang memberikan jasa ini," kata Atjep beberapa waktu lalu.
Melalui anak usahanya, PT Logistik Pos Indonesia, perusahaan
menargetkan kontribusi bisnis logistik bisa tumbuh sebesar 10%
dibandingkan tahun lalu. Sekadar informasi, tahun lalu, kontribusi
bisnis logistik perusahaan itu sebesar 30% dari total pendapatan. Dengan
demikian, tahun ini ditargetkan kontribusi bisnis logistik dapat
mencapai 40% dari total pendapatan Pos Indonesia.
Sementara itu, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menganggap
layanan pengiriman alat berat merupakan salah satu inovasi yang
diandalkan perusahaan. "Kami melayani pengiriman alat besar seperti base
transceiver station (BTS) dan komponen proyek seperti genset," jelas
Muhammad Feriadi, Direktur JNE beberapa waktu lalu.
Feriadi mengaku, pihaknya tidak khawatir manuver dari para
pesaingnya. Pasalnya, JNE telah telah menyiapkan strategi untuk
memperkuat pasar. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas layanan
lewat penyempurnaan infrastruktur perusahaan di lokasi cabang agen.
Berkah belanja online
Penyempurnaan infrastruktur antara lain dengan menambah kualitas
sistem teknologi informasi. Hal ini dilakukan agar informasi yang
disalurkan kepada konsumen dapat diterima secara cepat. Untuk
merealisasikan strategi ini, JNE menyiapkan dana invstasi sekitar Rp 50
miliar.
Johari Zein, Chief Executive Officer (CEO) Tiki Jalur Nugraha
Ekakurir optimistis, omzet perusahaan tahun ini akan meningkat. Menurut
dia, pesatnya pertumbuhan aktivitas belanja online (online shopping)
turut menyuburkan bisnis JNE.
Pengusaha yang menjual produknya di situs internet pasti memerlukan
jasa pengiriman barang agar barang yang dijual sampai ke konsumen. Asal
tahu saja, JNE mengirim sekitar enam juta paket setiap bulan. Hingga
kuartal pertama tahun 2013, JNE telah mengirim sebanyak 15 juta paket.
Johari bilang, pihaknya lebih mengutamakan peningkatan layanan
ketimbang efisiensi biaya dengan menawarkan harga seminimal mungkin.
Adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menurut
Johari, tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja JNE. Kontribusi harga
BBM terhadap beban JNE hanya 10%.
Sekedar informasi, sejak bulan Mei 2013, JNE telah melakukan
penyesuaian tarif pengiriman sebesar 13,6% untuk wilayah Jabodetabek.
Adapun untuk tarif di luar Jabodetabek, perusahaan itu masih menghitung.