Info Truck Schedule

ShipME

Dikirim dari JAKARTA Tujuan MEDAN
Rencana Kirim 06/10/2014
Isi Paket/Barang Set Top Box
Estimasi Berat 160 Kg
Anggaran/Budget Rp1.700.000
DiPosting Oleh PRIMASCM, Phone:02129574744

View All ShipME

Popularity Rank Company

ShipME

ShipME, memudahkan anda dalam melakukan pengiriman paket/barang guna mendapatkan harga dan layanan terbaik dari Cargo/Ekspedisi, cukup mudah caranya Posting Rencana Pengiriman-Bidding-Shipping Klik Disini Untuk Memulai..

Load My Truck

Load My Truck, adalah fasilitas bagi Pemilik Truck untuk memposting jadwal keberangkatan dan balikan, dengan target memaksimalkan space muatan truck untuk di isi calon customer yg membutuhkan sesuai dengan jadwal dan harga yg dicantumkan Klik Disini Untuk Memulai..
New & Articles

Pelindo II Diminta Berantas Biaya Siluman

Bisnis.com, JAKARTA - Kegiatan relokasi kargo impor melalui terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok memicu biaya tinggi logsitik akibat masih adanya pungutan biaya siluman yang ditarik oleh mitra perusahaan pindah lokasi penumpukan (PLP) maupun oleh perusahaan bongkar muat (PBM) di pelabuhan itu.

Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perdagangan dan Kepabeanan Kadin DKI Jakarta Widijanto mengatakan Kadin DKI menerima keluhan soal biaya-biaya siluman relokasi kargo impor akibat lemahnya pengawasan dari manajemen Pelindo II terhadap kegiatan relokasi kargo impor dari terminal 3 pelabuhan Tanjung Priok.

“Mestinya semua tarif/invoice yang di tagihkan ke pemilik barang impor saat relokasi ditembuskan atau diketahui juga oleh Pelindo, sehingga tidak terjadi penyelewengan biaya relokasi,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini, rabu (17/9/2014).

Dia mengatakan pebisnis  pada prinsipnya tidak mempersoalkan siapa yang mengerjakan perpindahan barang/relokasi kargo impor dari terminal 3 Pelabuhan Priok ke lapangan penimbunan sementara ke lini 2 pelabuhan Priok sepanjang biayanya transparan dan sesuai dengan yang sudah ditetapkan Pelindo.

Widijanto mengatakan relokasi kargo impor  dari terminal 3 Pelabuhan Priok dikarenakan keterbatasan sarana dan prasaran lapangan penumpukan di terminal itu untuk menampung arus barang impor jenis general cargo, bag cargo maupun curah.

Padahal, semestinya, kata dia, Pelindo II Tanjung Priok menyiapkan kecukupan fasilitas lapangan sebagai buffer atau pendukung bongkar muat kargo impor tersebut supaya relokasi kargo yang biayanya dibebankan kepada pemilik barang impor tidak terjadi.

“Pelindo jangan cuma menunggu menerima laporan volume kargo impor yang direlokasi saja, tolong awasi dong itu soal tarif relokasinya,” paparnya.

Dia juga mempertanyakan, komitmen Pelindo II Tanjung Priok untuk memberlakukan single billing atas kegiatan relokasi kargo impor di terminal 3 pelabuhan Priok.