Info Truck Schedule

ShipME

Dikirim dari JAKARTA Tujuan MEDAN
Rencana Kirim 06/10/2014
Isi Paket/Barang Set Top Box
Estimasi Berat 160 Kg
Anggaran/Budget Rp1.700.000
DiPosting Oleh PRIMASCM, Phone:02129574744

View All ShipME

Popularity Rank Company

ShipME

ShipME, memudahkan anda dalam melakukan pengiriman paket/barang guna mendapatkan harga dan layanan terbaik dari Cargo/Ekspedisi, cukup mudah caranya Posting Rencana Pengiriman-Bidding-Shipping Klik Disini Untuk Memulai..

Load My Truck

Load My Truck, adalah fasilitas bagi Pemilik Truck untuk memposting jadwal keberangkatan dan balikan, dengan target memaksimalkan space muatan truck untuk di isi calon customer yg membutuhkan sesuai dengan jadwal dan harga yg dicantumkan Klik Disini Untuk Memulai..
New & Articles

Disinyalir Membawa Cairan Berbahaya, Citilink Tujuan Medan Kembali Ke Jakarta
Kendati Kementerian Perhubungan mewajibkan pihak Regulated Agent untuk mengetatkan pemeriksaan kargo dan pos sebelum dimasukkan ke lambung pesawat, masih saja ditemukan barang berbahaya yang turut terbawa dalam penerbangan.

Regulated Agent adalah badan hukum indonesia yang melakukan kegiatan usaha dengan badan usaha angkutan udara yang memperoleh izin dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos.

Informasi terakhir, Direktorat Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menemukan cairan berbahaya yang turut terbawa dalam penerbangan Citilink QG 834 rute Jakarta – Medan, 16 September 2014.

Pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara keberangkatan Soekarno-Hatta, Cengkareng, atau return to base (RTB) karena cairan berbahaya tersebut mengalami reaksi kimia sehingga mengepulkan asap yang terdeteksi sensor pesawat.

Direktur Keamanan Penerbangan Yusfandri Gona menginformasikan temuan tersebut, Senin (22/9/2014). Menurutnya, cairan tersebut milik salah seorang penumpang yang turut serta dalam penerbangan itu.

“Karena barang bawaannya melebihi kuota 15 kg, dia membayar sekian ratus ribu rupiah agar barang bawaannya masuk ke bagasi pesawat,” paparnya.

Yusfandri menduga saat pesawat tinggal landas, dan sudah mencapai ketinggian jelajah, karena perbedaan tekanan udara, cairan yang jenisnya masih diteliti tersebut mengalami perubahan reaksi sehingga mengeluarkan asap dan terdeteksi sensor pesawat.

“Karena tidak ingin mengambil risiko, pilot kemudian memutuskan kembali ke base,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, saat kargo tersebut dipindai oleh mesin x-ray, tidak terdeteksi bahwa kargo tersebut berisi cairan berbahaya. Mesin tersebut, lanjutnya, hanya bereaksi ketika ada kargo lain yang terdeteksi mengandung logam.

“Tapi setelah dicek oleh petugas RA ternyata barang logam tersebut adalah cincin. Sedangkan yang cairan ini tidak terdeteksi mesin,” paparnya.

Dia melanjutkan cairan tersebut kini tengah diuji di laboratorium untuk mengetahui jenis senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Pihaknya masih mencari tahu apakah sebelumnya cairan tersebut sudah pernah terbawa dalam penerbangan lain.

Manajer Humas Benny Butarbutar mengaku belum mengetahui hasil temuan tersebut. Dia mengaku bakal melakukan konfirmasi kepada Kemenhub terlebih dahulu terkait informasi itu.