Info Truck Schedule

ShipME

Dikirim dari JAKARTA Tujuan MEDAN
Rencana Kirim 06/10/2014
Isi Paket/Barang Set Top Box
Estimasi Berat 160 Kg
Anggaran/Budget Rp1.700.000
DiPosting Oleh PRIMASCM, Phone:02129574744

View All ShipME

Popularity Rank Company

ShipME

ShipME, memudahkan anda dalam melakukan pengiriman paket/barang guna mendapatkan harga dan layanan terbaik dari Cargo/Ekspedisi, cukup mudah caranya Posting Rencana Pengiriman-Bidding-Shipping Klik Disini Untuk Memulai..

Load My Truck

Load My Truck, adalah fasilitas bagi Pemilik Truck untuk memposting jadwal keberangkatan dan balikan, dengan target memaksimalkan space muatan truck untuk di isi calon customer yg membutuhkan sesuai dengan jadwal dan harga yg dicantumkan Klik Disini Untuk Memulai..
New & Articles

Siapkan 10 Triliun Angkasa Pura Siap Bangun 9 Bandara
BANDUNG — PT Angkasa Pura (AP) II menyiapkan investasi Rp10 triliun untuk membangun dan mengembangkan 9 bandara pada 2015.

Direktur Utama PT AP II Tri S Sunoko mengatakan pembangunan sejumlah bandara ini sudah masuk rencana pihaknya pada 2014 dan 2015. Tercatat sejumlah bandara yang akan dikembangkan diantaranya Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Haji Raja Fisabililliah Tanjung Pinang, Bandara Dipati Amir Pangkal Pinang.

Lalu Bandara Supadio Pontianak, Bandara Silangit, Sumatera Utara, Bandara Kualanamu, termasuk Husein Sastranegara. “Kurang lebih 9 Bandara akan dikembangkan lagi,” katanya usai Groundbreaking pengembangan terminal Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (29/9/2014).

Bandara Kualanamu, Medan meski baru saja beroperasi rencananya tetap akan dikembangkan lagi terutama dari sisi landasan pacu dan terminal. Saat ini kapasitas eksisting bandara tersebut masih mencapai 16 juta dan akan didorong hingga mencapai 25 juta pada 2020. “Sekarang Kualanamu baru di desain,” katanya.

Untuk mengembangkan sejumlah bandara tersebut pada 2014 saja AP II menyiapkan dana Rp8,7 triliun. Meski tidak akan terserap seluruhnya, pihaknya sudah menghitung kebutuhan pada 2015 yang harus disiapkan mencapai Rp10 triliun. “Memang kita masih ngos-ngosan, tapi Menteri sudah minta tetap harus bangun. Kita sekarang lagi cari duit,” ujarnya.

AP II sendiri membutuhkan total Rp32 trilun untuk mengembangkan bandara sesuai dengan program perusahaan pada 2030. Menurut Tri, angka pengembangan bandara bervariasi jumlahnya. Dia menunjuk Bandara Husein Sastranegara yang dikembangkan menelan biaya Rp139 miliar. “Targetnya 12 bulan selesai, mencakup renovasi dan perluasan penumpang dari 5.000 meter persegi ke 17.000 meter persegi,” katanya.

Menurutnya pengembangan Husein sangat mendesak karena kapasitas tampung penumpang akan meningkat menjadi 3,4 juta penumpang. Saat ini kondisi eksisting terminal Husein hanya bisa menampung 750.000 penumpang. “Sementara pergerakan di Husein pada 2013 sudah mencapai 2,46 juta atau 300% melebihi kapasitas,” katanya.

Selain Husein, dalam waktu dekat pihaknya siap menggelar tender pembangunan Bandara Silangit, Toba, Sumatera Utara.

Pihaknya mengaku masih berkutat dengan pembebasan lahan di bandara yang berdekatan dengan lokasi wisata Danau Toba tersebut. Menurutnya pembebasan lahan dilakukan serba hati-hati karena lokasi berada di tanah rakyat. “Kalau sudah pembebasan, kita siap tender,” katanya usai Groundbreaking Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (29/9).

Menurutnya pembangunan Silangit ditargetkan sudah bisa memulai pada 2015 setelah urusan pembebasan lahan tuntas. AP II mengaku akan leluasa membangun jika tanah yang dibebaskan sudah resmi menjadi kewenangan pihaknya. “Di sana ada tanah kehutanan juga, ini harus selesai administrasinya,” katanya.

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menegaskan ke depan pemerintah akan mengandalkan BUMN untuk membangun infrastruktur ketimbang APBN. Dia mengaku meminta AP II untuk mendanai sendiri pengembangan sejumlah bandara sudah diluar batas kemampuan perusahaan. “Tapi ini harus dibangun semua,uang nanti bisa dicari,” katanya.

Menurutnya pengembangan sejumlah bandara baik di bawah AP I maupun AP II Dahlan  harus dibenahi. Dia menunjuk Bandung, Banjarmasin, Semarang, Yogya dan Bintan yang terbilang memalukan di mata internasional. “Bandung setahun ini akan teratasi. Banjarmasin, Semarang dua minggu lagi groundbreaking juga,” katanya.

Pengembangan bandara ini menurutnya rata-rata karena kapasitasnya sudah tidak memadai, terminal tidak bisa menampung penumpang yang melonjak, antrian panjang di tempat check in.  Bandara Silangit merupakan prioritas pihaknya karena saat ini wisatawan ke kawasan tersebut masih belum bisa mengakses melalui udara.

Selain itu ada Bandara Kulonprogo yang akan menggantikan Bandara Adi Sutjipto namun pelaksaan groundbreakingnya masih belum bisa dilakukan 2014 ini. “Bandara yang bikin kita malu akan selesai semua,” katanya.